Kamis, 08 Mei 2014

Bahaya Riba Mengintai Pengusaha Baju Muslim

Pengusaha baju muslim yang sangat banyak jumlahnya sangat menarik perhatian para pemain modal fersi kapitalis. Di sebagian daerah seperti cianjur bahkan sudah dilakukan pendataan terhadap UKM-UKM produsen baju muslim. Ini artinya mereka sedang membidik para pengusaha baju muslim untuk ditawari pinjaman-pinjaman ribawi. Bahasanya memang sangat halus, sehingga dapat menipu para pebisnis baju muslim. Ya sekarang ada bahasa baru dalam pinjam meminjam yaitu dengan istilah memfasilitasi. Tentu saja jika istilah yang dipakai bukan memfasilitasi tapi menikmati hasilnya bisa dipastikan semmua pengusaha baju muslim akan menolak. Bagaimana bisa mereka ingin ikut menikmati hasil usaha baju muslim ini sedang mereka tidak melakukan apa-apa. Yang mereka lakukan hanyalah meminjam ke bank dalam jumlah besar untuk dipinjamkan lagi pada pengusaha baju muslim dalam jumlah yang lebih kecil dan mereka akan menikmati ribanya.

Bagaimana Menyelamatkan Pengusaha baju Muslim dari Jeratan riba?

Orang-orang tua kita dahulu memberikan predikat rentenir, lintah darat pada pelaku riba. Istilah-istilah itu ternyata sangat ampuh untuk membuat pelaku riba tidak berkutik. Mereka kemudian tidak melakukanya kecuali dengan sembunyi-sembunyi dengan menahan rasa malu. Tapi orang sekarang telah memberikan istilah baru sehingga pelaku riba nampak seperti pengusaha normal yang sah. Hari ini mereka memberikan istilah Bank, koperasi simpan pinjam (KSP) dan lainya. Kemudian istilah meminjamkan pun diganti dengan istilah memfasilitasi. Dengan nama baru ini kini orang tidak punya rasa malu lagi berkeliling dari rumah ke rumah untuk menawarkan pinjaman ribawi.

Penyebutan istilah adalah sangat penting terutama dalam upaya memerangi kemungkaran. Sebagai contoh, dulu wanita yang menjual diri disebut pelacur, dan aktifitasnya disebut melacur. Sehingga apabila ada orang bertemu dengan pelacur saat berangkat melacur, maka orang itu akan menyapa "mau melacur ya?". Dengan demikian pelacur akan merasa malu bertemu orang, dan dia tidak akan melacur kecuali dengan cara sembunyi-sembunyi. Tapi hari ini pelacur diberi sebutan PSK (pekerja seksual), dan aktifitasnya disebut kerja, sama dengan pekerjaan pada umumnya. Dan apabila ada orang bertemu PSK yang akan berangkat, maka orang tersebut akan menyapa "Mau kerja ya?". Maka hari ini orang tidak lagi merasa malu menjadi pelacur. Oleh karena itu jika kita ingin memerangi kemungkaran hendaknya kita mengikuti istilah yang diberikan oleh nenek moyang kita. Sebutlah pelacur itu pelacur, atau begundal. Dan sebutlah rentenir itu rentenir, atau lintah darat.

Seorang yang beragama dengan baik tentunya akan menyatukan pekerjaan dengan keyakinanya, demikian juga seorang muslim yang baik yang terjun di usaha produksi baju muslim tentunya dia akan mengenakan baju muslim juga dan sekaligus mengajak orang lain untuk berbusana muslim. Dengan demikian dia akan mendapatkan 2 keuntungan yatu pahala berdakwah dan keuntungan dari penjualan baju muslimnya ang akan meningkat ketika makin banyak orang yang disadarkan untuk berbusana muslim. Demikian halnya dalam masalah pendanaan, seorang pengusaha busana muslim juga harus terikat dengan keyakinan Islam yang mengharamkan Riba. Karena dosa riba itu sendiri jauh lebih besar daripada membuka aurot. Bahkan jika seseorang itu telanjang bugil itu masih lebih kecil dosanya dibanding dosa riba. Jadi bagaimana pengusaha busana muslim yang mengatakan bahwa wanita yang berbusana muslim adalah lebih baik daripada yang tidak berbusana muslim tapi dia sendiri terlibat riba yang lebih memalukan dan lebih besar dosanya daripada wanita yang tidak berbusana muslim.

Harta riba tidak akan membuat anda sukses, silahkan anda melihat korban-korban riba. Rata-rata pengusaha yang mengandalkan modal dari pinjaman riba tidak bisa bertahan dalam usahanya hingga 10 tahun. Mungkin di tahun-tahun pertama anda akan merasa hebat, sukses dan segala kesombongan lainya. Tapi lihat saja dalam 10 tahun kemungkinan besar usaha anda akan kolap, dan anda akan hidup penuh hutang. Ini karena harta riba adalah harta kutukan, Alloh SWT memerangi riba dan mengajak perang pelaku riba. Demikian pula Rosululloh telah mengutuk 4 orang yang melakukan transaksi riba, yaitu Rentenir, peminjam dan 2 orang saksinya. Jadi jika anda terlibat riba, itu artinya anda hidup dalam kutukan Rosulilloh SAW. Maka Hidup anda tidak akan beres, akan selalu ada masalah menyedihkan yang menimpa anda. Jadi jika anda ingin sukses, jangan ambil riba, jika sudah terlanjur segera berhenti. Anda bisa menjual tanah atau rumah, ang penting anda berhenti dari riba sekarang juga jika anda ingin keluar dari kutukan.


Ada orang yang hendak menawarkan bantuan untuk pemasaran pada pengusaha baju muslim dalam konsep riba. Entah bagaimana caranya hingga pemasaran pun bisa mereka tunggangi. Padahal bagi pengusaha baju muslim saat ini sudah tidak perlu khawatir soal pemasaran karena sudah banyak butik baju muslim yang siap bekerjasama memasarkan produk mereka. Mereka bahkan bisa memiliki butik baju muslim sendiri dengan biaya 1,5 juta dan itu saya kira tidak mengharuskan mereka terlibat riba karena nilai tersebut termasuk kecil, sama dengan 10 baju muslim. Untuk biaya promosinya cukup 3 juta jadi tidak sampai 5 juta untuk pemasaran baju muslim tersebut. Harga-harga ini perlu saya sebutkan supaya pengusaha-pengusaha baju muslim tidak salah dalam menentukan biaya promosi yang mungkin terlalu besar sehingga pada akhirnya dia merasa tidak mampu kecuali dengan mengambil riba.

Jasa SEO Murah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar